Kerapatan Adat Nagari Tigo Koto Bantah Jembatan Roboh Akibat Bencana Alam

WARTASUMBAR.COM: TANAH DATAR - Menindaklanjuti pemberitaan Media Indonesiasatu.co.id tertanggal 9/10,tentang jembatan Turawan yang roboh akibat musibah dan faktor usia, ketua Kerapatan Adat Nagari Tigo Koto (KAN) H.Muklhis Wakil Dt.Sarikan angkat bicara,"Jembatan Turawan yang roboh itu bukan akibat bencana alam seperti yang disampaikan oleh Kabid Bina Marga, dugaan kami karena akibat lalu lalang kendaraan proyek yang ada di Nagari Tigo Koto. Padahal umur jembatan yang sebelahnya baru 2 tahun lebih, pun ikut terbongkar karena sebelahnya yg runtuh.

Kalau pihak dinas terkait tahu pondasi jembatan itu sebelumnya keropos, kenapa diizinkan kendaraan proyek melewati jembatan tersebut yang jelas jelas bukan tonasenya.Harapan kami agar pihak yang terkait terutama pemda dan khususnya dinas agar sesegera mungkin untuk merehab atau carikan solusi sementara supaya masyarakat kami tidak resah."tutur H.Muklhis,11/10 dilokasi kepada Indonesiasatu.co.id. 

"Mengingat jalan ini merupakan lintas alternatif batas nagari Batsel, maka sesegera mungkin jembatan ini diperbaiki.Kasihan masyarakat jadi jauh jarak tempuhnya karena harus memutar.Masyarakat sangat dirugikan.Belum lagi kondisi jalan yg berdebebu karena pengerjaan proyek yang belum siap,menyebabkan masyarakat mulai terjangkit penyakit saluran pernapasan.Jadi,segeralah jembatan ini diperbaiki."imbuh L.Dt.Paduko Basa selaku anggota KAN dan tokoh masyarakat setempat. Akibat putusnya jalur alternatif ini, berpengaruh besar pada nagari Tigo Koto khususnya Jorong Turawan.

Perekonomian Jorong Turawan sebagian besar terletak pada pasar yang lokasinya bertepatan disebelah jembatan tersebut.Para pedagang yg biasa berdagang di pasar Turawan jadi enggan datang dikarenakan harus melalui jalan yg memutar dengan jarak tempuh sangat jauh.Ditambah lagi ongkos yang mahal,berdampak pada inkam/pendapatan masyarakat Turawan jadi berkurang.

"Sejak jembatan ini roboh, pendapatan masyarakat jadi berkurang.Apabila ke Batusangkar mereka harus memutar jalannya,disamping lama otomatis ongkos jadi mahal.Kami berharap agar segera ada tindakan yang nyata dari pemda setempat.Termasuk apakah ada bantuan dari pihak rekanan.Kasihan masyarakat kami,jadi resah dan susah pak."kata salah seorang warga Nagari Tigo Koto.(Anggit Dwi Prayoga/ Hendri)